FAQ

» Dimanakah Letak Kantor Pusat PT. Dinamika Inti Perkasa?
 
 
Kantor Pusat PT Dinamika Inti Perkasa ;
Grha Dinamika - JL. RA. Kartini Raya No. 47 B  Komplek Ruko Proton Depok - Jawa Barat Telp. 021-29097507 Whatsup : +6281384201448

Koordinat Posisi PT. DIP (Google Map):
https://goo.gl/maps/L1NWbRh2VCN2
 
» Apa itu DIP, bagaimana filosofi dari logo "dip" ?
 
  DIP adalah perusahaan Swasta Nasional yang membawahi Jasacleaning.com, dengan logo "dip" dan filosofio sebagai berikut :

1. Terdiri dari tiga huruf yakni d, i, dan p adalah inisisal dari nama perusahaan PT. Dinamika Inti Perkasa (DIP).

2. Warna Biru pada huruf-huruf tersebut melambangkan masa depan (future) perusahaan selalu update mengikuti dengan kemampuan dan teknologi terupdate dalam penanganan pekerjaannya

3. Tiga Huruf yang tidak terputus dan saling berhubungan melambangkan kekuatan “TEAM” sebagai modal dasar menjadikan DIP menjadi suatu kekuatan usaha yang mampu bersaing hingga tidak dapat tersaingi.

4. Filosofi kekuatan angka 8 (delapan) yang tidak memiliki ujung/akhir yang juga dimiliki oleh logo DIP dan dijadikan sebagai simbol kekuatan improvement yang tak terhingga dalam pelayanan jasa terhadap customer.

5. Titik di tengah atas adalah bagian yang tak terpisahkan oleh logo dibawahnya bukan hanya milik "i" (red : individu) tetapi milik semua huruf d, i dan p yang melambangkan satu titik tujuan mulia diatas tujuan pribadi atau golongan untuk Negara dan Bangsa dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai Agama sebagai kekuatan usaha (ikhtiar) hingga menjadikan DIP sempurna untuk mencapai tujuan organisasi/usaha.

6. Warna Merah pada titik tersebut melambangkan warna Pemberani, Tegas, Disiplin, Produktifitas dan Menjunjung Nilai Integritas yang tinggi.

 
» Apa aja ya manfaat dari outsourcing ini?


 
  1. Ngatasin pengangguran

Sebagai negara berkembang yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa, tingkat pengangguran di Indonesia juga sangat tinggi. Bayangin, hingga saat ini kita punya 11 juta pengangguran lho! Dan jumlah itu akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Konon pertumbuhannya sampe 2,5 juta jiwa per tahun! Buseeet deeeh.. Parah banget nggak sih? Mungkin atas dasar itulah Bu Iftida melontarkan kalimat sbb: “Biasanya ketika orang baru lulus, dia akan jadi ideal banget. Pengennya kerja di perusahaan besar, lalu langsung jadi pegawai tetap. Padahal kesempatan kerja dibanding orang yang melamar kerja kan perbandingannya timpang banget. Jadi mustinya apapun bentuk pekerjaannya diterima aja.”
Di sini, outsourcing membantu menyalurkan kita ke perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya. Outsourcing diyakini sebagai salah satu cara mengatasi pengangguran.

2. Jembatan menuju karir sebenarnya

Outsourcing bisa menjadi jembatan bagi fresh grad untuk menuju karir yang sebenernya. Yang terpenting, dalam proses ke arah tersebut kita sudah memiliki bekal yang cukup. Dan untuk ngumpulin bekal itu, mindset fresh grad harus diubah. Menurut Bu Iftida, sebagai seorang yang belum berpengalaman ada baiknya kalo kita nggak pilih-pilih kerjaan. Maksudnya, jangan terobsesi dengan ke-idealisme-an kita seperti yang telah disebutkan di atas. “Jangan pilih-pilih, yang penting kerja aja dulu.” Tapi yang perlu diingat adalah ketika nanti kamu bekerja sebagai karyawan outsourcing, kamu juga nggak boleh kerja setengah-setengah alias asal-asalan gara-gara merasa kerjaan kamu itu hanya untuk batu loncatan saja. “Nggak bisa gitu... Apapun pekerjaan kamu, sekecil-kecilnya, kamu harus bekerja dengan baik. Karena itu akan membentuk karakter kerja kamu dengan sendirinya. Kamu harus mencoba melihat dengan sudut pandang yang terbalik. Misalnya, kalo pekerjaan yang biasa-biasa aja kamu nggak bisa apalagi kalo dikasih kerjaan besar?”.
Persis seperti yang dibilang Bpk. Awal, bahwa hakekat bekerja sebetulnya adalah “bekerja dengan baik”. “Nggak perlu khawatir dengan masalah kontrak kerja yang biasa ada di outsourcing. Toh apabila kamu bekerja dengan baik, tekun dan jujur pasti kontrak akan diperpanjang terus dan kalo pada saatnya nanti perusahaan tersebut membutuhkan karyawan permanen pasti kamu akan direkrut. Sebaliknya walaupun kamu menjadi karyawan permanen tapi apabila tingkah laku kerja kamu nggak baik tentu bisa diberhentikan juga alias PHK.”

3. Bekal pengalaman

Bekerja sebagai karyawan outsourcing sedikit banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman. Dalam jangka waktu yang terbatas itu (1-3 tahun –tergantung kebutuhan user), kamu bisa belajar beradaptasi dengan dunia kerja, dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Apalagi, beberapa training juga turut diberikan pada karyawan outsourcing ini, sehingga softskill dan hardskill kamu pun akan terasah. Pada akhirnya, ketika kamu udah merasa “it’s my time” untuk ngebangun karir, maka bekal pengalaman kamu pun udah ada dari bekerja sebagai karyawan outsourcing itu.


 
» Bagaimana yang dimaksud dengan perusahaan outsourcing gadungan ?

 
  Seperti apa kategori ‘tidak adil’ dan ‘aneh’ yang disebut Pak Sjukur dan Bu Iftida itu? Ini dia yang kamu perlu ketahui untuk ngebedain perusahaan ourtsourcing seperti apa yang merugikan kita. Pertama, ada outsourcing nakal yang minta duit sebagai deposit di awal kamu ngelamar kerjaan. Alasannya, untuk biaya ngurusin aplikasi (administrasi) kamu ke users. Nominalnya pun beragam. Mulai dari 5 ribu sampai ratusan ribu. Biasanya mereka akan bilang, dengan uang sebesar itu, kamu akan diberikan 3 kali kesempatan bekerja di 3 perusahaan yang berbeda. Maksudnya, kalo di pekerjaan pertama kamu merasa nggak sreg kamu bisa bilang ke outsourcing tempat kamu ngelamar biar nanti dicariin kerja lagi, dan seterusnya sampe jatah kamu abis.
Kedua, pemberian gaji yang nggak sesuai dengan salary range. Perusahaan outsourcing yang bener nggak akan motong gaji karyawannya, karna ia udah dibayar oleh user untuk jasa pengelolaan SDM yang diberikannya (management fee). Management fee ini sebenernya kan sama dengan cost yang harus dikeluarkan oleh user kalo ia melakukan perekrutan dan pelatihan sendiri. Namun karena sudah diserahkan ke pihak lain (outsourcing), maka cost itu diberikan ke outsourcing sebagai management fee. “Jadi tidak ada alasan bagi perusahaan outsourcing untuk mengurangi benefit yang diberikan oleh perusahaan pemesan,” jelas Bapak Awal Kurniawan, pemilik perusahaan outsourcing PT. Haling Sekawan Sukses. “Terus terang kami juga tidak tahu mengapa ada perusahaan outsourcing yang melakukan hal ini. Bagi kami fee yang diberikan oleh perusahaan pemesan sudah cukup untuk menghidupi dan menjalankan roda perusahaan. Jadi di perusahaan kami tidak ada pungutan uang sepeserpun kepada tenaga kerja,” lanjut beliau.
Jadi, kalo ada di antara kamu yang bilang bahwa gaji karyawan outsourcing itu kecil, harus dipastikan dulu “kecil”-nya itu yang bagaimana. Jika sampe lebih kecil dari pasar, ya patut dicurigai. Minimal, kamu harus tau besarnya UMR di wilayah kamu. Sebab, di perusahaan outsourcing yang bener, gaji yang diberikan kepada karyawannya memang udah sesuai dengan salary range yang ada, dan tidak dipotong-potong lagi. Let’s say kamu di-hire sebagai customer service melalui outsourcing dan kamu digaji 1,5 juta, maka kamu juga akan mendapatkan sejumlah yang sama kalo kamu melamar langsung ke perusahaan yang bersangkutan (user).
Tipikal perusahaan outsourcing nakal lainnya adalah nggak memberikan benefit atau hak-hak pekerja sesuai dengan yang tercantum dalam UU Ketenagakerjaan. So, tenang aja... meski kamu berstatus sebagai karyawan outsourcing, kamu tetap akan mendapatkan benefit seperti pada karyawan permanen lainnya, antara lain gaji pokok, uang makan, transport, insentif, tunjangan kesehatan, jamsostek, dsb. Bpk. Hilman Ali, Managing Director Graha Humanindo Manajemen, mengatakan bahwa outsorcing itu sebenernya semacam serikat pekerja juga. Ia memperjuangkan hak-hak karyawannya pada user. “Ketika company meminta SDM, yang kita perhatikan adalah SDM-nya mau diberi benefit seperti apa. Bahkan dalam mengelolanya kita pun memperhatikan kesempatan promosinya. Pokoknya hak karyawan yang bersifat normatif itulah yang kita pertahankan.”

 
» Mengapa ada ketidakpercayaan terhadap Outsourcing ?

 
  Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Sjukur Santo, mencoba memberikan pandangannya mengenai ketidaknyaman para fresh grad untuk mencari pekerjaan lewat perusahaan outsourcing. Beliau bilang, hal tersebut mungkin saja terjadi karena hingga kini masih ada saja perusahaan outsourcing yang berlaku tidak adil terhadap karyawannya. Di lain pihak, Iftida Yasar selaku CEO PT Persaels dan Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) straight to the point mengatakan kalau ada perusahaan outsourcing yang berlaku ‘aneh’ kayak gitu, udah bisa dipastikan perusahaan tersebut adalah perusahaan outsourcing gadungan, yang hanya mencari kesempatan di atas kesempitan. Perusahaan-perusahaan ini ‘ngerjain’ job seekers dengan cara yang bermacam-macam. Mereka yakin, karena kita butuh banget pekerjaan maka kita akan melakukan apa saja asal bisa dapet pekerjaan. Selain itu, ketidaktahuan kita akan hak-hak pekerja juga bisa menjadi celah bagi kita untuk dibodohi.


 
» Apa itu Outsourcing?  
  Sebelum membahas lebih lanjut, mungkin ada baiknya kalo kita mengetahui terlebih dahulu kenapa bisnis outsourcing menjadi marak saat ini. Sebenernya, di negara maju bisnis outsourcing udah bukan lahan baru lagi, ia udah muncul sejak tahun 1900-an. Namun di negara berkembang outsourcing baru unjuk gigi sejak dua dekade silam. Outsourcing hadir karena adanya keinginan dari perusahaan (perusahaan pengguna/pemesan – user/principal) untuk menyerahkan sebagian kegiatan perusahaan kepada pihak lain (perusahaan outsourcing) agar ia dapat berkonsentrasi penuh pada proses bisnis perusahaan (core business). Biar lebih kompetitif, gitu...
Karena itu, pekerjaan yang di-outsourcing-kan bukanlah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan inti bisnis perusahaan, melainkan pekerjaan penunjang (staff level ke bawah), meski terkadang ada juga posisi manajerial yang di-outsourcing-kan, namun tetep aja hanya untuk pekerjaan dalam tenggat waktu tertentu (proyek).
Dengan ‘membagi tugas’ kepada perusahaan lain itu, perusahaan pengguna outsourcing merasa mendapatkan keuntungan dari ‘kerjasama’ tersebut, karena ia nggak perlu pusing-pusing mikirin dan ngurusin pekerjaan-pekerjaan penunjang sehingga bisa fokus dalam bisnis operasional perusahaan. Dan hal itulah yang banyak membuat perusahaan beralih ke outsorcing. Buktinya, pertumbuhan bisnis outsourcing global tercatat mencapai 30% per tahunnya. Dari situ kita bisa lihat kan, betapa perusahaan-perusahaan pengguna outsourcing itu udah mempercayakan sebagian proses bisnisnya pada perusahaan outsourcing dalam hal perekrutan SDM. Padahal, perusahaan-perusahaan pengguna outsourcing itu banyak yang merupakan perusahaan besar lho, yang sebenernya udah sangat kredibel nanganin hal-hal macam perekrutan. So far, perusahaan besar yang menggunakan jasa outsourcing adalah Telkomsel, PT Pembangunan Jaya (Ancol), Unilever, Bank Niaga, Bank Mandiri, Bank ABN Amro, dll. Nah, kalo perusahaan-perusahaan besar itu aja pada percaya, kenapa banyak dari kita yang nggak yakin?


 
» Termasuk kedalam jenis outsourcing manakah Jasacleaning (penyedia jasa kebersihan/perawatan kebersihan)?
 
  Jasacleaning pada umumnya masuk kedalam kategori Bussines Proses Outsourcing (BPO) dimana dalam kategori ini pelayanan berorientasi kepada hasil pekerjaan buka berdasarkan jumlah personel, jumlah bahan baku yang di sampaikan/digunakan, absensi/kehadiran karyawan, dan bagaimana  cara  pekerjaannya.
Dalam Jasacleaning customer tinggal menikmati dan memberikan kompensasi terhadap output pekerjaan yang dihasilkan oleh vendor (penyedia jasa) tidak terkait dalam penyediaan semua peralatan dan kebutuhan pekerjaan kebersihan.
 
» Apa itu Jasa Outsourcing?
 
  Outsourcing adalah salah satu jenis usaha jasa dimana customer /principle membutuhkan sumber daya dari luar struktur organisasi sebagai pendukung kegiatan usahanya dalam mencapai target-target penjualan/pelayanan tertentu. Outsourcing di Dunia terbagi dalam 3 Besaraj Jenis Outsourcing yakni : 1. PEO (Personel Employement Outsourcing), 2. BPO (Bussines Prosess Outsourcing), dan yang ke-3 ASO (Aplication System Outsourcing).
 
» Kenapa PT. Dinamika Inti Perkasa menggunakan web main domain "jasaoutsourcing.co.id"?
 
  PT. Dinamika adalah salah satu perusahaan yang fokur bergerak dibidang Outsourcing di berbagai lini outsourcing, PT. Dinamika Secara Blueprint  Bissnisnya kedepan menjadi salah satu holding company yang membawahi berbagai macam anak perusahaan dibidang outsourcing secara lengkap, Yakin  bidang Personel Employement Outsourcing (PEO), Bussines Proses Outsourcing (BPO) dan Aplikasi System Outsourcing (ASO), sampai dengan saat ini PT. Dinamika menjalani bidang Bussiness outsourcing PEO dan BPO (Cleaning Service).
Perlu diketahui PT. DIP juga memiliki dan memegang nama domain  dengan makna duecustomer
adalah salah satu filosofi pelayanan kami yang berbasis kepada customer duecustomer asal kata dari "due" (yunani) yang artinya tenggat/fokus atau dengan kata lain kami artikan dengan penuh komitment dan "customer" adalah client atau calon clien kami yang harus kami layani sehingga artinya secara keseluruhan filosofi duecustomer adalah fokus terhadap pelayanan terbaik hanya untuk customer PT. Dinamika Inti Perkasa.
 
» Siapa Pemilik Brand "jasacleaning.com" ?
 
  Pemilik jasacleaning.com adalah PT. Dinamika Inti Perkasa sebuah perusahaan yang bergerak dibidang Building & Management Outsourcing Services. Lihat profile company kami di Klik Disini (Company Profile)
 
» Bagaimana jika saya membutuhkan informasi lebih lanjut tentang jasa ini?
 
  Hubungi kami di Head Hunting +6281384201448 , Office Number 021-29097507 Atau Fax. 021-29503488 atau HP/WA +6281384201448, email: dridwan@jasaoutsourcing.co.id
 
» Apa Itu Cleaning Service Outsourcing ?
 
  Cleaning Service Outsourcing adalah suatu jasa pengadaan pemeliharaan kebersihan dimana pekerjaannya diserahkan oleh pihak ketiga untuk memaintennya.